Waspadai Ereksi yang Terlalu Lama, Ini Alasan Kenapa Ereksi yang Terlalu Lama Juga Tak Baik, WASPADA! Gangguan Fungsi Saraf Sebabkan Disfungsi Ereksi

Waspadai Ereksi yang Terlalu Lama - Masih kuat anggapan bahwa salah satu tolak ukur kejantanan adalah kemampuan ereksi. Akibatnya, tiap kaum pria pasti menginginkan kemampuan ereksi yang lebih tahan lama.

Akan tetapi berhati-hatilah, karena terlalu lama ereksi justru pertanda ada sebuah masalah pada tubuh anda. Apalagi jika organ vital (penis) terbangun tanpa adanya rangsangan seksual apapun.

Kondisi seperti ini disebut dengan 'priapisme'. Priapisme ini adalah sebuah gangguan pada organ vital (penis) yang berwujud ereksi dalam waktu yang cukup lama. Biasanya sih lebih dari empat jam.

Tidak hanya durasi "berdiri" saja yang melampaui batas normal, priapisme tersebut juga seringkali disertai dengan rasa nyeri disekitar penis. Gejala-gejala lainnya ialah kepala penis (organ vital) lunak meskipun batangnya tegang selama berjam-jam.

Jika dibiarkan saja, bisa merugikan karena dapat meninggalkan bekas berupa jaringan parut (SCAR) hingga impotensi permanen.

Pernah terjadi di negara India, seseorang pria hampir kehilangan nyawanya karena mengalami ereksi tanpa henti-henti selama 21 hari. Tim dokter yang telah menanganinya menyebut kalau si pria itu telat memeriksakan dirinya.

Jadi, meskipun operasi "menurunkan" organ vital (penis) tersebut sukses, tetapi pria itu mengalami masalah kerusakan pada jaringan penisnya. Dan akibatnya si pria tersebut mengalami masalah impotensi permanen.

"Segeralah ke dokter apabila anda mengalami kejadian yang serupa atau juga ereksi lebih dari empat jam lamanya, terlebih lagi disertai dengan rasa sakit. Kalau cepat ditangani, kemungkinan besarnya sel-sel disekitar organ vital (penis) bisa terselamatkan sebelum mengalami kerusakan parah", ujar sang ahli urologi DR. Dr.Nur Rasyid Sp.U.

Tindakan medis yang biasa diberikan berupa obat-obatan guna menurunkan ketegangan organ vital (penis) tersebut. Jika obat tersebut gagal, bisa dilakukan dengan terapi lewat suntikan. Jika tetap masih gagal maka operasi adalah solusi lainnya.

Nur Rasyid sendiri menjelaskan bahwa selain "Menurunkan" organ vital (penis), prinsip pengobatan pada priapisme ialah menangani faktor-faktor penyebabnya. Jika penyebabnya belum diatasi, maka priapisme bisa terjadi berulang kali. Contohnya jika masalah priapisme disebabkan oleh gangguan pada darah, maka gangguan pada darah tersebutlah yang harus ditangani terlebih dahulu.

Soal penyebab, gangguan pada organ vital (penis) ini meliibatkan gangguan saraf serta pembuluh darah. Gangguan-gangguan saraf yang bisa berujung pada masalah priapisme antara lain kerusakan pada tulang belakang akibat trauma atau juga gangguan saraf didalam jaringan erektil.

Kasus yang paling seringkali terjadi ialah priapisme disebabkan adanya gangguan darah yang berupa kelainan sel sabit. Bekuan darah tersebut juga bisa menyebabkan masalah priapisme. Penyebab lainnya ialah infeksi dan juga kanker yang telah menyusup kedalam organ vital (penis) serta menghalangi aliran darah dari penis.

Selain itu juga, penggunaan obat bisa menyebabkan masalah priapisme. Obat-obatan yang bisa menjadi biang kerok terjadinya masalah priapisme antara lain obat psikosa (Torazin, Klorpromazin), obat anti hipertensi (Prazosin), kortikosteroid, obat anti koagulan, tolbutamid, obat anti depresan (Trazodon) dan juga tentu saja obat disfungsi ereksi (Sildenafil sitrat, Tadalafil dan Vardenafil).

"Segeralah ke dokter apabila organ vital (penis) tegang lebih dari empat jam lamanya. Jangan ditunda, sebab itu bisa jadi bumerang bagi kejantanan seorang pria", imbuh Nur Rasyid.

Seperti itulah informasi pembahasan terkait dengan Waspadai Ereksi yang Terlalu Lama. Mudah-mudahan pengunjung yang menyimak ulasan diatas dapat memahami isi dari yang dibahas tersebut. Terima kasih banyak kunjungannya...

Baca artikel sebelumnya : Bahaya Ereksi Terlalu Lama

0 komentar:

Posting Komentar

 
OBAT OLES PRIA FOREDI GEL MENGATASI EJAKULASI DINI © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top