Fakta Menarik Tentang Disfungsi Ereksi (Impotensi), Mitos dan Fakta Penting seputar Disfungsi Ereksi - Kompas.com, 5 Fakta Menarik Mengenai Disfungsi Ereksi Kesehatan Pria

Fakta Menarik Tentang Disfungsi Ereksi - Disfungsi ereksi atau disebut juga 'impotensi' merupakan sebuah kondisi medis dimana seseorang pria tak bisa mengalami ereksi yang keras atau juga tidak bisa menyelesaikan hubungan intim-nya sampai selesai dikarenakan ereksi yang lemah.

Tingkat gangguan seksual itu berbeda-beda pada setiap kaum pria, mulai dari disfungsi ereksi ringan, sedang, sampai berat. Dan penanganan masalah seperti ini tergantung dari tingkat yang dialami si penderita, namun semakin cepat diatasi akan semakin mudah gangguan tersebut disembuhkan.

Banyak sekali dokter yang menyebutkan bahwa disfungsi ereksi bukanlah sebuah kondisi medis yang khas, melainkan sebuah gejala dari penyakit lain misalnya seperti diabetes, jantung dan hipertensi.

Seperti yang kita ketahui penyakit-penyakit tersebut itu berhubungan langsung dengan pembuluh darah serta kemampuannya mengalirkan darah keseluruh tubuh termasuk ke alat vital (penis). Gangguan terhadap fungsi tersebut akan bisa menyebabkan alat vital (penis) sulit untuk mengalami ereksi.

Meskipun demikian beberapa hal lain seperti masalah gangguan fungsi saraf atau juga gangguan hormon bisa menyebabkan alat vital pria mengalami masalah ereksi.

Inilah Fakta-fakta Tentang Disfungsi Ereksi


  1. Disfungsi ereksi (DE) dikenal sebagai impotensi, merupakan ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi-nya untuk melakukan aktivitas seksual yang memuaskan.
  2. Gejala disfungsi ereksi sendiri meliputi ketidakmampuan untuk mempunyai atau mempertahankan ereksi alat vital pria untuk menyelesaikan aktivitas seksual sampai selesai.
  3. Impotens merupakan gangguan seksual yang biasa dialami oleh kaum pria. Para ahli sudah memperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 50%  kaum pria diatas 50 tahunan mengalami masalah impotensi.
  4. Faktor penyebab disfungsi ereksi sendiri meliputi faktor penuaan, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, merokok, depresi, aterosklerosis, saraf atau kerusakan sumsum tulang belakang, efek samping obat, alkoholisme atau juga penyalahgunaan zat lain serta tingkat testosteron rendah.
  5. Impotensi bisa diobati pada semua kelompok usia.
  6. Adapun perawatan disfungsi ereksi ini meliputi psikoterapi, menjalani gaya hidup yang sehat, konsumsi obat oral PDE5 inhibitor misalnya seperti Levitra, Viagra, Stendra, Cialis dan Staxyn, obat intrauteral (MUSE), suntikan intrakavernosa, memakai perangkat vakum, operasi serta bekerja sama dengan dokter guna menghindari obat-obatan yang bisa mengganggu fungsi ereksi.
  7. Sebelum menggunakan suplemen atau juga obat-obatan bebas untuk menyembuhkan masalah disfungsi ereksi yang diderita harus selalu berdiskusi dengan dokter.
  8. Penelitian baru sedang berlangsung guna menemukan terapi yang lebih baik dan juga efektif.


Apa Gejala Disfungsi Ereksi & Tnada-tandanya?

Gejala disfungsi ereksi sendiri mungkin termasuk yang berikut dibawah ini:

  • Ereksi alat vital (penis) terjadi, namun tidak bisa dipertahankan hingga aktivitas seksual selesai.
  • Ereksi alat vital (penis) yang lemah serta tidak cukup kuat untuk menembus vagina.
  • Ketidakmampuan seorang pria untuk mendapatkan ereksi yang keras.


Gangguan impoten bisa terjadi kepada semua usia, meskipun demikian gangguan tersebut jarang terjadi pada kalangan pria muda dan lebih umumnya terjadi kepada orang tua.

Seberapa Banyak orang Yang Menderita Impotensi?

Seperti yang telah dijelaskan diatas, gangguan impotensi sendiri adalah suatu masalah umum yang terjadi kepada pria di semua umur. Baik itu pria muda maupun juga pria tua sama-sama beresiko mengalami disfungsi ereksi. Pria berusia 45 tahun keatas kebanyakan akan mengalami disfungsi ereksi beberapa kali.

Menurut Massachusetts Male Aging Study, resiko menderita gangguan disfungsi ereksi meningkat 5% pada pria yang berusia 40 tahun dan 15% pada pria yang diatas usia 70 tahun. Sementara itu sebanyak 20% pria yang berusia antara 50-54 dan di 50% pria antara 70-78 mengalami iimpotensi. Penelitian lain telah mencatat bahwa ada sekitar 35% pria usia 40-70 ttahun menderita gangguan disfungsi ereksi sedang hingga berat, dan ada 15% lain yang kemungkinan mengalami tingkat yang ringan.

Bagaimana Ereksi bisa Terjadi?

Penis atau alat vital pria mengalami ereksi jika terjadi suatu rangsangan seksual, baik itu rangsangan berupa fisik misalnya seperti ciuman, sentuhan dan juga rangsangan mental yang berupa pikiran erotis. Stimulasi seksual ataupun gairah seksual menghasilkan impuls listrik disepanjang saraf penis serta menyebabkan saraf melepaskan oksida nitrat, yang pada gilirannya akan meningkatkan produksi siklik GMP (cGMP) dalam sel-sel otot polos dari kavernosum.

CGMP menyebabkan otot halus kavernosum mengalami rileksasi, sehingga memungkinkan aliran darah mengalir dengan cepat kedalam alat vital (penis). Darah yang masuk mengisi corpora cavernosa bisa membuat penis mengembang serta mengeras. Tekanan yang terjadi pada penis menekan pembuluh vena yang mengalirkan darah keluar dari Mr.P atau penis di tunika albuginea, dan juga membantu menjebak darah didalam kavernosum.

Dengan demikian ereksi bisa dipertahankan selama beberapa saat saja. Ereksi dibalik ketika tingkat cGMP dalam corpora cavernosa berkurang bisa menyebabkan otot halus dari corpora cavernosa berkontraksi serta menghentikan aliran darah dan juga membuka pembuluh darah yang mengalirkan darah dari alat vital pria (penis).


  • Tingkat cGMP dalam corpora cavernosa berkurang dikarenakan telah dihancurkan oleh enzim yang disebut dengan 'phosphodiesterase' tipe 5 (PDE5). Kemampuan untuk mencapai serta mempertahhankan ereksi memerlukan beberapa faktor pendukung seperti;
  • Sebuah sistem saraf sehat yang melakukan impuls saraf di otak, penis dan tulang belakang.
  • Pembuluh arteri yang sehat.
  • Otot-otot polos yang sehat serta jaringan fibrosa dalam corpora cavernosa.
  • Kecukupan tingkat oksida nitrat didalam penis.
  • Interaksi psikososial yang tepat.


Disfungsi ereksi terjadi apabila salah satu atau juga lebih dari persyaratan diatas tidak bisa terpenuhi.

Obat Untuk Menyembuhkan Disfungsi Ereksi

Pada dasarnya cara untuk menyembuhkan disfungsi ereksi tersebut, maka faktor penyebabnya wajib diketahui terlebih dahulu. Setelah itu, langkah-langkah pengobatan pun bisa dilakukan. Berikut ini beberapa metode-metode medis menyembuhkan impotensi:

  • Diskusi dengan dokter mengenai obat yang perlu dihindari.
  • Mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.
  • Konsumsi obat disfungsi ereksi yang diresepkan oleh dokter.
  • Memasukkan obat kedalam uretra (supositoria intrauteral:MUSE).
  • Menyuntikan obat langsung ke alat vital (suntikan intrakavernosa).
  • Memakau vakum pada penis.
  • Implan atau pembedahan pada penis.
  • Psikoterapi.


Langkah apa yang dipilih itu tergantung dari dokter yang menanganinya. Anda tidak diperbolehkan untuk menggunakan obat kuat yang banyak dijual bebas di internet tanpa adanya resep dari sang dokter.

"Anda Ingin Kuat dan Tahan Lama Diatas Ranjang? Jangan Khawatir, Karena KLIK DISINI anda Akan Menemukan Jawabannya"

Demikian saja informasi pembahasan tentang Fakta Menarik Tentang Disfungsi Ereksi ini. Semoga bermanfaat banyak bagi pengunjung dan masyarakat lain yang membutuhkannya. Terima kasih banyak kunjungan kalian...

0 komentar:

Posting Komentar

 
OBAT OLES PRIA FOREDI GEL MENGATASI EJAKULASI DINI © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top